Ken Arok Hantam Si Pitung 2-1

JAKARTA-Hasil memuaskan diraih tim Laskar Ken Arok dalam laga tandang ketiganya ISL 2009/2010, Minggu (8/11) kemarin sore, di Stadion Soemantri Brodjonegoro Jakarta. Bermain lebih taktis sepanjang 90 menit, tim asuhan pelatih Subangkit itu mampu membekap tuan rumah Persitara Jakarta Utara 2-1 (1-0) lewat heading cantik Seme Pierre Patrick menit ke-8 dan tendangan spektakuler Robert Mark Gaspar menit 51.

Sepanjang babak kedua Laskar Ken Arok mencatat lima peluang emas untuk mencetak gol hilang percuma. Sementara gol semata wayang sekaligus gol perdana Persitara di musim ISL tahun ini dilesakkan oleh bomber asal Nigeria Prince Kabir Bello menit 70.

Tampil dengan trisula lini depan Tantan, pemain asal Iran Afshin Parsaeian Rad, dan Prince Kabir Bello, Persitara justru mengalami kesulitan membongkar pertahanan Persema yang digalang defender serba pas-pasan, Seme Patrick, Suroso, Jainal Ichawan, dan Kasan Soleh. Sebaliknya Persema justru begitu mudahnya masuk ke zona pertahana Si Pitung lewat serangan balik cepat dua winger-nya M Kamri dan Siswanto.

Gol pertama Persema lahir lewat kerjasama apik antara Bima Sakti. Robert Gaspar mengirim umpan lambung ke mulut gawang Wawan Dharmawan menit 8 babak pertama. Seme yang berdiri bebas meski ditempel dua pemain belakang tuan rumah, Vali Khorsandipish Kenari dan Ladislas Bushiri masih mampu memenangi kop duel dan mudah merobek gawang lawan lewat sundulan terukurnya.

Menempatkan Bima Sakti, Robert Gaspar dan Jairon Feleciano di tengah dengan Pepito Sanussie sendirian di depan, cukup membuat sulit kubu tuan rumah menghadang kesolidan lini sentral Persema itu.

Sebenarnya Persema bisa unggul lebih dari satu gol sepanjang babak pertama pada laga yang dipimpin wasit Okky Dwi itu, akan tetapi kurang tenang dan terutama kans emas Kamri menit 28 dan Jairon menit 45 yang kurang sabar menjadi sia-sia.

Akurasi umpan-unpan terobosan dan diagonal Bima-Iswandi-Gaspar-dan Sutaji ditopang Kamri dan Kasan Sholeh di babak kedua kian membuat repot lawan. Dari sebuah passing pendek Kamri ke Gaspar kembali menciptakan gol kedua bagi Persema saat usia pertandingan memasuki menit ke-51. Dari jarak sekitar 30 meter, Gaspar langsung mengirimkan tendangan jarak jauh dan tanpa diduga-duga mampu mengoyak sudut kanan jala gawang Wawan Dharmawan.

Namun Persitara baru mampu mulai mampu bangkit dari tekanan Bima Sakti Reyes dkk di 20 menit terakhir babak kedua. Masuknya pemain gaek Deddy Mulyadi dan A Marzuki ditambah Boy Jati Asmara di awal babak kedua mampu menghidupkan serangan tim asuhan pelatih asal Belanda yang kini warga negara Niger, Dick Buitelaar. Namun itu belum cukup, sebab Laskar Ken Arok justru memulai melapis lini tengah hingga belakang dengan menumpuknya enam pemain di tengah dan empat di belakang dan sesekali saja melakukan serangan balik.

Meski akhirnya tim tuan rumah mampu juga menipiskan ketertinggalannya menjadi 1-2 menit 70. Bello yang mendapat passing pendek dari Tantan langusng menggiring bola memasuki garis 16 meter lawan. Seme yang berusaha menghadang justru terjatuh, dan tenang saja Bello memperdayai kiper veteran Komang Putra.

Kedua tim di sisa 20 menit, terutama Persitara berusaha keras tampil menekan dan menambah gol. Beberapa kali serangan yang dibangun Tantan, Bello, Boy Jati, dan Afshin Parsaeian Rad, masih bisa dihalau Seme Patrick dkk. Bahkan seharusnya Persema mampu menambah gol, andai saja M Kamri tak bertindak konyol menit 78, Tinggal berhadapan dengan kiper Wawan Dharmawan di mulut gawang, bola tendangan winger yang sudah membela Persema sejak tahun 2004 itu terlalu lemah. Hingga usai 90 menit usia pertandingan skor tetap 2-1 untuk Persema.